Beladiri Praktis Wing Chun

Wing chun salah satu seni beladiri praktis sebetulnya telah ada sejak zaman dulu kala (untuk artikel jenis beladiri praktis lainnya dapat Anda lihat disini: Pilihan Beladiri Praktis untuk Pria Metropolis ), tetapi baru tenar dalam beberapa tahun terakhir ini dikarenakan adanya film IP Man yang pemeran utamanya diisi oleh Donnie yen.

IP man menceritakan tentang seorang master kung fu wing chun yang mempunyai gaya hidup sederhana, bersahaja tetapi hidup berkecukupan. Sebagai seorang yang mahir beladiri dan memiliki harta berlebih, Ip man tetap low profile dan bersikap layaknya orang biasa pada umumnya. IP man tinggal bersama dengan istri dan seorang anaknya.

Kehidupan IP man mulai mengalami perubahan saat kota Fo Shan dikuasi oleh pasukan tentara Jepang yang mengakibatkan kota mengalami kehancuran juga terjadi kriris ekonomi, kemiskinan dan kelaparan. IP man kemudian bekerja di tambang agar kebutuhan hidupnya berserta keluarga tercukupi.

Advertisement
wing chun

Jendral jepang yang bertahta di Fo Shan pada waktu itu menggelar sebuah acara pertarungan, apabila menang akan memperoleh beras serta makanan pokok. Disitulah awal mula terjadinya konflik IP man dengan para tentara Jepang.

Kalau kisah Ip man tadi tak begitu familiar di telinga kamu, pasti kamu pernah mendengar cerita tentang muridnya yang bernama Bruce Lee. Kita tentu setuju jika Bruce lee adalah seorang ahli beladiri yang mengabdikan hidupnya untuk belajar beladiri. Terbukti dari pola latihan yang amat keras hingga mengalirkan listrik dengan tegangan tinggi ke tubuhnya sendiri.

Dengan semua ilmu beladiri yang di kuasi Bruce lee ia berinovasi dengan mengembangkan ilmu beladiri yang ia namai Jeet kune do. Ilmu beladiri ini adalah teknik Winchun yang ia kembangkan dan di kombinasikan dengan beberapa beladiri lain yang ia pelajari.

Advertisement

Tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan dan dari mana asal muasal beladiri tersebut. Ada yang bilang bahwa beladiri tersebut berkembang pada masa pemberontakan salah satu dinasti di China. Karenanya beladiri ini disesuaikan menjadi lebih praktis untuk menghadapi situasi dan kondisi yang terjadi di masa tersebut.

Wingchun berfokus pada keahlian refleks. Praktisi wing chun latihan memakai boneka kayu untuk mengasah reflek dan kekuatan menghadapi benturan keras.
Bagian tubuh yang pakai untuk mendominasi serangan pada beladiri ini diantaranya adalah lengan, kaki, sikut. Posisi tubuhnya tidak begitu, justru rileks dan mengalir. Jika digunakan pada saat pertarungan, kondisi ini membuat ahli wing chun dapat menyerang balik lawan dengan kekuatan serangan lawan.
Pada seni beladiri ini, apabila satu serangan mengalami kegagalan, maka posisi tubuh akan segera berubah untuk melancarkan serangan balasan. Karena prinsip tubuh wing chun lentur dan rileks, bertukar posisi tubuh yang tadinya menyerang menjadi bertahan jadi mudah.

Advertisement

Karena bersandar pada refleks, teknik wing chun memerlukan variasi waktu yang berbeda-beda untuk menguasainya. Ada yang dapat menguasai 1 feleks dalam waktu 3 bulan, tetapi ada pula yang membutuhkan waktu satu tahun.

Share This Story