Bagaimana kata Mereka Tentang Pengguna Layanan BPJS?

adanya Badan Penyelenggara cara mencairkan bpjs ketenagakerjaan Jaminan Sosial (BPJS) adalah menghirup udara segar di tengah kekhawatiran orang tentang biaya perawatan medis mahal. Rizki Amelia, 26, misalnya.

Karyawan sebuah perusahaan swasta di Jakarta telah menghadapi situasi yang harus digunakan sebagai akibat dari batu ginjal. Ayah biaya operasional diperkirakan nilai Rp20 juta

Rizki tidak punya cukup data bpjs kesehatan uang untuk merasa senang karena keluarganya memiliki BPJS. Proses administrasi mudah.

Advertisement

“Banyak yang mengatakan bahwa kehidupan BPJS sulit. Tapi alhamdulillah, ada yang terjadi dengan ayah saya. Sebelum operasi, ayah mendapatkan perawatan selama beberapa hari dan semua biaya BPJS,” kata Rizki.

Rizki lainnya, lainnya Asti. Perempuan 30 tahun tidak pernah merasa kecewa dengan Dinas Kesehatan BPJS. Asti mengingat dia tidak bisa tidur sepanjang malam muntah dan mengalami mual. Suhu tubuh mencapai 38 derajat.

Sebelumnya, dokter menduga Asti menderita demam berdarah (DBD) dan telah memberikan rujukan ke rumah sakit untuk perawatan jika demam tidak turun selama dua hari.

“Menurut saran medis klinis akhirnya saya dilarikan ke rumah sakit dengan rujukan ditolak dengan alasan kamar penuh kelas 1. Akhirnya, saya berada di kelas 3. Setelah dua hari perawatan di salon kelas 3, saya dipindahkan ke kelas pertama, “keluhnya.

Advertisement

Irfan Humaidi sebagai PR BPJS menjelaskan apa yang sebenarnya Asti berpengalaman bisa dialami oleh semua orang. “Kasus kamar rumah sakit penuh, hal ini bisa terjadi setiap saat. Anda bisa tidak dapat memprediksi berapa banyak orang yang sakit,” katanya saat dihubungi Metrotvnews.com.

“Kasus ini tidak hanya turun kelas kursus, peserta BPJS kelas 3 bisa mencapai grade 2 atau 1, jika ruang kelas 3 penuh. Namun jenis sejarah kasus, enggak selalu terjadi. Dalam kasus kasus hak tetap dibayarkan Kelas relevan kursi BPJS bulanan. Jika daftar Kelas 3 ya 3 jenis kuota tetap meskipun ditutupi dengan pembayaran baik, “kata Irfan.

Share This Story